:

Warga Bangkalan Keluhkan Jalan Berlubang, Perbaikan Masih Tunggu Tahapan Pengadaan

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN | MaduraNetwork.id — Kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten di Bangkalan yang mengalami kerusakan dan berlubang menuai keluhan dari masyarakat. Warga menilai respons pemerintah daerah dalam menangani kerusakan tersebut terkesan lamban, padahal jalan tersebut menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.

 

Beberapa pengguna jalan mengaku merasa terganggu dengan kondisi infrastruktur yang tidak layak. Rohma, warga Kecamatan Kwanyar, mengungkapkan pengalamannya saat mengantar ibunya melintas di jalan rusak.

 

“Saya mengantar ibu saya. Dia mengeluh karena jalannya banyak lubang, jadi harus pegangan erat khawatir terjatuh,” ujarnya.

 

Keluhan serupa disampaikan Mahfud, warga Kecamatan Labang. Ia mengaku kelelahan saat berkendara dari Labang menuju Kwanyar karena harus berulang kali menghindari lubang di sepanjang jalan.

 

“Saking banyaknya jalan yang rusak, tangan jadi capek karena terus menghindari lubang,” katanya.

 

Dari penelusuran media ini, ruas jalan antara Kecamatan Kamal hingga Kecamatan Modung juga ditemukan banyak titik berlubang. Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra hati-hati demi menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan, Rizal Mardiyansyah, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Guntur, menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek perbaikan harus melalui sejumlah tahapan administratif.

 

Menurut Guntur, saat ini pihaknya masih menunggu proses pengadaan sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai. Namun, ia belum dapat memastikan waktu pasti dimulainya pengerjaan perbaikan jalan tersebut.

 

Dalam keterangan sebelumnya, Guntur menjelaskan bahwa pada program pembangunan Pemkab Bangkalan tahun 2026, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama. Anggaran yang dialokasikan untuk sektor tersebut mencapai puluhan miliar rupiah dan difokuskan pada jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.

 

Meski demikian, masyarakat berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar aktivitas warga tidak terus terganggu dan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dapat diminimalkan. (rd)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *