Warga Bangkalan Keluhkan Jalan Berlubang, Perbaikan Masih Tunggu Tahapan Pengadaan
- Rusli Djunaidi
- 25 Feb, 2026
BANGKALAN | MaduraNetwork.id — Kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten di Bangkalan yang mengalami kerusakan dan berlubang menuai keluhan dari masyarakat. Warga menilai respons pemerintah daerah dalam menangani kerusakan tersebut terkesan lamban, padahal jalan tersebut menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
Beberapa pengguna jalan mengaku
merasa terganggu dengan kondisi infrastruktur yang tidak layak. Rohma, warga
Kecamatan Kwanyar, mengungkapkan pengalamannya saat mengantar ibunya melintas
di jalan rusak.
“Saya mengantar ibu saya. Dia
mengeluh karena jalannya banyak lubang, jadi harus pegangan erat khawatir
terjatuh,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Mahfud,
warga Kecamatan Labang. Ia mengaku kelelahan saat berkendara dari Labang menuju
Kwanyar karena harus berulang kali menghindari lubang di sepanjang jalan.
“Saking banyaknya jalan yang
rusak, tangan jadi capek karena terus menghindari lubang,” katanya.
Dari penelusuran media ini, ruas
jalan antara Kecamatan Kamal hingga Kecamatan Modung juga ditemukan banyak
titik berlubang. Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra hati-hati
demi menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi
melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Bangkalan, Rizal Mardiyansyah, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Guntur,
menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek perbaikan harus melalui sejumlah tahapan
administratif.
Menurut Guntur, saat ini pihaknya
masih menunggu proses pengadaan sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai. Namun,
ia belum dapat memastikan waktu pasti dimulainya pengerjaan perbaikan jalan
tersebut.
Dalam keterangan sebelumnya,
Guntur menjelaskan bahwa pada program pembangunan Pemkab Bangkalan tahun 2026,
perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama. Anggaran yang dialokasikan
untuk sektor tersebut mencapai puluhan miliar rupiah dan difokuskan pada jalan
kabupaten yang mengalami kerusakan.
Meski demikian, masyarakat
berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar aktivitas warga tidak terus
terganggu dan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dapat diminimalkan. (rd)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


